Andai Al-Qur’an bisa bicara, ia akan berkata:
“waktu kau masih anak2, kau bagai teman sejatiku, dgn wudhu kau sentuh aku, dalam keadaan suci kau pegang aku, kau baca dengan lirih dan keras.
Sekarang kau telah dewasa, nampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku, apakah aku bacaan usang? Yang tinggal sejarah?
Sekarang kau simpan aku dengan rapi, kau biarkan aku sendiri. Aku menjadi kusam dalam lemari. Berlapis debu, dimakan kutu.
Ku mohon peganglah aku lagi, bacalah aku setiap hari. Karena aku akan menjadi penerang dalam kuburmu..”
First, gara-gara post kamu di tumblr yang bikin aku pengen share tentang ini.
Ga nyangka banget awalnya bisa suka, atau sayang sama kamu. Whatever this feeling called. Aku ga ngerti kenapa aku ga bisa lepas dari kamu.
Kejadian mulanya dari akhir Januari kemarin. Waktu itu kampus lagi libur dan aku yang lagi suntuk seperti biasa buka facebook buat chat atau sekedar liat newsfeed. Dan tiba-tiba kamu ngajak chat dan akhirnya kita ngobrol ngalor-ngidul kesana kemari. Ketawa-ketawa ngakak akhirnya aku di depan laptop. Sempet wondering gimana kalau aku suka kamu, tapi cepet-cepet aku tepis. Takut aneh-aneh.
Waktu kamu denger aku mau sosialisasi ke SMA, kamu bilang mau ikut. Aku pikir rada aneh juga, tapi yaudah deh diikutin aja maunya, soalnya kan emang kamu suka ngebolang. Hahaha. Dan akhirnya itu kali pertama kita pergi bareng. Dengan rambut kamu yang gak rapih dan jalan di sepanjang Braga. It had been a good time for me.
Sekitar Agustus, kamu tiba-tiba hilang dan gak bisa dikontak sama siapapun. Yeni bilang kalau kamu itu lagi sakit. And i do, i really worried about you. Dan akhirnya aku kontak kamu, tapi ga ada kabar. Sampai akhirnya kontak kakak angkat kamu. Dan berakhir kepada penggalauan masal karena kamu tetep gak bisa di kontak.
Sekalinya kamu bisa dikontak, senengnya minta ampun. Dan kita pun ngobrol ngalur ngidul seperti biasa. Waktu lagi kayak gitu, Emon dkk melancarkan serangan tentang gosip. Ya aku sih biasa aja, walaupun kesel tapi ya udah soalnya bingung mau digimanain lagi.
Tapi itu gosip ga berhenti-berhenti. Akhirnya aku mulai ngobrol sama kakak angkat kamu (yang akhirnya jadi kakak angkat aku juga ;p) dan beliau bilang kalau baiknya kita jauhan aja dulu kalau aku masih belum pasti sama kamu. Aku juga takut kalau terlalu ngasih harapan yang banyak sama kamu.
Tapi makin lama malah hidup aku makin ga tenang. Malah makin mikirin keadaan kamu gimana dan sebenernya perasaan kamu ke aku gimana. Walau udah ada yang bilang kalau kamu emang suka. Tapi, tetep aja kerasa ganjil.
Dan akhirnya ga kuat ngejauhin kamu dan mencoba untuk berusaha semua kembali seperti biasa.
Temen-temen juga kesel sendiri liat kita kayak gitu. Akhirnya mereka selalu membuat situasi biar kita lebih deket.
Kalau aku deket kamu emang rasanya nyaman. Seperti kembali ke rumah. Dan tentu saja yang paling berkesan adalah waktu ke Asia Afrika buat sketsa kakak :)
Dan akhirnya, 24 Desember sekitar jam 9 lewat, kamu ngomong juga tentang perasaan kamu. Dan aku cuma senyam-senyum sendiri.
Sebenarnya, sampai detik itu aku masih ga yakin perasaan aku ke kamu gimana. Tapi yang aku yakin aku gak bisa jauh dari kamu. Bener deh.
Dan entah kenapa, baru kali ini, sekuat ini, aku ingin pertahankan kamu.
Allah, please give us your best plan. Amin
Saya ingin pergi berkelana jauh.
Berdiri dengan kaki saya sendiri.
Mencium aroma manis dari tanggung jawab.
Mencintai diri saya sendiri
Jogjakarta, Jakarta, London.
Saya ingin.
Tuhan, tolong beri saya kesempatan. Amin.
Otak, tolong beri saya kesempatan.
Hati, luruskanlah pandangannya.
Kuatkan ikatannya.
And i was thinking that you are a good person. But i trapped with your mistakes in past that i hard to forgive. I learn and learn to forgive you, but desperately i can’t.
Your rudeness, egoistism, and your pigheaded.
Hope Allah forgive me.
Aksi ? Masih dibutuhkankah ?
Setelah ekspansi media yang besar - besaran terhadap pembentukan pola pikir masyarakat, dimana dalam kontennya tersirat secara eksplisit komersialisasi dan politik besar - besaran. Membuat fungsi media yang membuat cerdas agak terkesampingkan.
Saudara,
Apalagi setelah media mengetengahkan demo mahasiswa yang ricuh dan terkesan anarki saat aksi. Membuat kepercayaan masyarakat turun terhadap angin perubahan yang dibawa mahasiswa. Padahal, apa yang dilakukan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan memberitahu masalah yang ada. Apanya yang salah ?
Bagi saya,
Untuk sebuah tindakan yang nyata, butuh bukti. Kini saatnya unjuk gigi. Apa yang dapat kita berikan pada masyarakat dalam tindakan nyata dan kita lakukan secara bergerilya. Jika tidak didukung, kita swadaya. Setelah tindakan yang tulus dan ikhlas pada masyarakat, Tuhan akan memberikan jawaban. Tuhan maha tahu.
Berpeganglah teori, saat kita sukses, orang akan mendengar kita.
Mungkin dengan ini, tanpa aksi yang sudah tercoreng namanya dengan isu anarki, apa yang kita bicarakan akan didengar. Kita dapat merubah Indonesia.
awalnya tergelitik untuk bertanya
kamu dimana dan kemana
dan akhirnya jadi mengerti
ronamu saat berlalu dan sendiri
saat ingin pergi
mengingatkanku dunia ini ada
dan indah
saat tertawa
mengingatkanku untuk menjaga diriku
dan hatiku juga imanku.
terimakasih atas waktu
menjalani cerita
gerimis, malam dan senyum itu.